GUNUNGKIDUL – Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Padukuhan Parangrejo, Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, menggelar kegiatan jelajah alam yang unik dan penuh makna. Bertajuk “Nurut Selang Pedhot”, sebuah nama candaan yang justru membangkitkan semangat eksplorasi, kegiatan ini mengajak peserta menelusuri kekayaan alam dan budaya lokal. Trekking pagi yang dimulai dari area persawahan hijau membentang ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah perjalanan untuk merekatkan kembali ikatan masyarakat dengan lingkungannya. Peserta diajak merasakan kesegaran udara pagi di antara petak-petak sawah yang menjadi tulang punggung kehidupan petani di Parangrejo. Perjalanan kemudian berlanjut menuju Goa Tani. Goa ini, meskipun mungkin tidak sepopuler destinasi lain, menyimpan cerita dan potensi yang belum banyak terungkap. Keberadaannya menjadi pengingat akan keunikan geologis Gunungkidul yang kaya akan formasi karst. Setelah itu, rombongan bergerak ke Sendang Beji, sebuah mata air suci yang kerap digunakan untuk berbagai ritual adat dan dipercaya memiliki kekuatan spiritual. Keberadaan sendang ini menjadi simbol kearifan lokal dalam menjaga sumber daya air dan tradisi turun temurun. Puncak perjalanan ditandai dengan kunjungan ke Situs Gembirowati. Situs ini merupakan penanda sejarah dan peradaban masa lalu di Gunungkidul, mengingatkan akan jejak-jejak leluhur yang telah membentuk karakter budaya masyarakat Yogyakarta. Melalui kunjungan ini, KIM Parangrejo berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian situs-situs bersejarah sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas desa. Ketua KIM Parangrejo menyampaikan bahwa kegiatan “Nurut Selang Pedhot” ini tidak hanya bertujuan untuk berolahraga, tetapi juga untuk menggali dan mempromosikan potensi wisata berbasis alam dan budaya yang ada di Padukuhan Parangrejo. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Desa Nasional untuk membangun desa yang mandiri dan berdaya saing, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta warisan budaya. Partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi kemajuan Parangrejo sebagai bagian integral dari pesona Yogyakarta.