Sumur Kawak Sambeng: Napak Tilas Kearifan Lokal di Jantung Gunungkidul

GUNUNGKIDUL – Padukuhan Sambeng, sebuah permata tersembunyi di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, dikenal sebagai salah satu wilayah yang kokoh memegang teguh tradisi leluhur. Dengan empat Rukun Tetangga yang menjalin kehidupan rukun dan bergotong royong, padukuhan ini tumbuh sebagai cerminan desa yang menjaga harmoni alam dan budaya. Di tengah keasrian lingkungannya, di RT 03 RW 06 Padukuhan Sambeng, terdapat sebuah peninggalan bersejarah yang terus dijaga kelestariannya: Sumur Kawak. Bagi masyarakat setempat, Sumur Kawak bukan sekadar sumber air, melainkan sebuah warisan budaya yang kaya akan kisah sejarah dan nilai spiritual yang mendalam. Keberadaannya menjadi simbol kuat identitas Padukuhan Sambeng. Menurut Mbah Rejo Suyanto, sesepuh Padukuhan Sambeng, Sumur Kawak adalah nama yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Setelah itu, simbah-simbah dulu yang meneruskan sejarah Sumur Kawak setiap setahun sekali, sebelum acara bersih desa diadakan acara sadranan atau sedekahan,” ungkap Mbah Rejo dengan santun. Tradisi Sadranan atau Sedekahan di Sumur Kawak memiliki tata cara yang unik. Salah satu syarat penting dalam persembahan adalah hadirnya ikan kali atau ikan sungai. “Jadi walaupun nanti ada ayam ingkung, ada daging apa saja, kalau belum ada ikan kali, belum sah. Itu cerita simbah seperti itu,” jelas Mbah Rejo. Tradisi ini masih terus dilanjutkan oleh generasi sekarang, menjadi pengingat akan pentingnya hubungan dengan alam dan leluhur. Upacara Sadranan khusus ini diadakan setahun sekali, jatuh pada hari Selasa Kliwon, meskipun bulannya tidak selalu sama. Setelah rangkaian acara di Sumur Kawak selesai, tradisi dilanjutkan dengan naik ke Gunung Genthong, memperkuat ikatan spiritual masyarakat dengan lingkungan sekitarnya. Kehidupan warga Padukuhan Sambeng yang sederhana, rukun, dan berpegang teguh pada tradisi seperti Nyadran di Sumur Kawak, menjadi identitas yang patut dilestarikan. Inilah Padukuhan Sambeng, tempat sejarah bersemi dan nilai-nilai luhur tetap hidup dalam langkah generasi hari ini, mencerminkan semangat desa sebagai akar bangsa yang tak henti menumbuhkan dan mewariskan nilai-nilai luhur.

Previous Menjelajahi Jejak Sejarah dan Keindahan Alam Gunungkidul dalam “Nurut Selang Pedhot”

Leave Your Comment